Kamis, 09 Mei 2013

DRAMA RADIO YANG KAYA AKAN MAKNA


Penulis: Irfan Ihsan
Judul: Cinta Kamu, Aku
Tebal: 320 halaman.

Apa sih hal yang tidak mungkin di dunia ini? Semuanya mungkin saja bisa terjadi di dunia ini bukan? Seorang yang miskin tiba-tiba mendadak kaya karena menemukan uang 1 miliar di jalan, seorang gadis yang biasa-biasa saja tiba-tiba jadi trending topic gegara video YouTube-nya. Nah, juga seperti kisah Aan yang hanya seorang penyiar radio tiba-tiba jadi pacarnya Risha, penyanyi cantik bersuara merdu, aduhai, dan pastinya ciamik.

Pertemuan yang tak pernah disangka oleh Aan. Aan bertemu Risha di studio radio Flash FM tempat Aan bekerja. Aan yang sedang siaran malam minggu dengan program andalan siarannya, Pengin Request, sontak kaget bercampur senang karena kedatangan Risha yang ditemani Mbak Silvy. Risha datang ke studio Flash FM untuk memenuhi interview on air yang sudah dijadwalkan oleh manajernya. Namun, di order siaran Aan tidak ada jadwal wawancaranya dengan Risha. Tidak ingin melewatkan kesempatan mewawancara Risha dan memandangnya lebih lama, Aan pun langsung berinisiatif untuk tetap mengadakan wawancara dengan Risha. Bukan main senangnya hati Aan saat itu, rejeki emang ngga ke mana ya.

Tampaknya pertemuan Aan dengan Risha tidak sampai di situ saja. Pertemuannya berlanjut saat malam perhelatan Cipta Indonesia Music Awards. Saat itu Risha tengah dikerubungi oleh para wartawan yang sedang melontarkan berbagai pertanyaan bak bunga yang tengah dikerubungi oleh kumbang-kumbang. Aan pun langsung menghampirinya. Saat Risha sedang menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan wartawan, tiba-tiba Risha mencium Aan. Lagi-lagi rejeki buat Aan.

Entah mimpi apa semalam, Aan tiba-tiba dicium oleh Risha saat perhelatan musik itu. Berbeda dengan Aan yang senang dengan kejadian malam itu, Risha malah uring-uringan memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk mengklarifikasi hal tersebut pada Aan dan juga media. Pasalnya, ia mencium Aan bukan karena ia suka dengan Aan, namun karena sudah terlanjur cemburu dan kesal dengan jawaban Yudha di depan wartawan perihal rumah tangganya dengan Ratih yang dijawab dengan ciuman mesranya.

Ada begitu banyak konflik dalam novel ini, konflik Risha yang harus merasakan kepedihan broken home sejak kecil sehingga ia tidak pernah merasakan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya secara utuh. Bukan hanya itu, Risha gadis cantik yang harusnya dapat cinta  lebih dari seorang laki-laki single, namun ia hanya merasakan cinta yang terbelah dua. Ia menjadi selingkuhan Yudha, sang komposer. Konflik yang dibuat Irfan Ihsan bukan hanya tentang hati, ia juga membuat konflik yang sering dirasakan oleh publik figur, yaitu bagaimana seorang publik figur menjadi sorotan atas berita-berita yang terkait dengan dirinya. Dan bagaimana publik figur harus berani bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Seolah-olah Irfan Ihsan ingin memberitahukan kepada pembaca bahwa menjadi publik figur itu tidak sepenuhnya enak. Seorang publik figur harus mampu berkata bijak dalam situasi yang genting sekalipun, karena setiap perkataannya akan menjadi sorotan.

Selain konflik-konflik yang fresh, yang membuat novel ini menjadi semakin menarik, Irfan Ihsan juga menyisipkan unsur budaya di dalamnya. Karakter Phatur yang kental dengan logat Betawi-nya; dan karakter Aki dan Ninik Aan yang kental dengan logat Sundanya, membuat cerita ini lebih dekat dengan para pembacanya di Nusantara. Tampaknya, Irfan Ihsan ingin melestarikan kebudayaan Betawi yang ia sisipkan dalam novel ini.

Novel ini memang bercerita tentang cinta, namun sepertinya Irfan Ihsan tidak pernah lupa akan agama. Unsur religinya yang kental ternyata dapat mengimbangi cerita cinta ini. Sebut saja, saat Aki menasihati Aan dengan kata-kata bijaknya.

“Yang penting sekarang kamu jangan jinah lagi, ya. Tong hilap deui─jangan khilaf lagi. Ayo, turun sekarang! Shalat dulu, sekalian tobat”, kata Aki. (hlm. 114)

Irfan menggunakan bahasa yang ringan dalam novel ini sehingga membuat pembaca tidak berpikir sulit saat membacanya. Ia menggunakan bahasa yang biasa dipakai dalam scene cerita drama radio. Belum sampai habis saya membacanya, ending-nya seperti sudah tertebak dalam benak saya. Mungkin karena ceritanya yang mengalir begitu saja. Namun, walaupun demikian cerita ini tidak membosankan, karena Irfan menyisipkan dengan komedi-komedi yang fresh dan ilustrasi tentang radio pada setiap judulnya sehingga membuat pembaca bersemangat membacanya.

Dari awal membeli novel ini, saya ingin tahu bagaimana cara penulis mendeskripsikan segala hal yang berhubungan dengan radio. Dan ternyata saya patut mengacungkan jempol pada Irfan Ihsan ini, dia berhasil mendeskripsikannya mulai dari mendeskripsikan radio siaran, suasana di studio siaran, dan mendeskripsikan seorang penyiar yang dikenal dengan suara empuk dan hangat dengan pendengarnya. Kalau kata Vena Anisa (International Broadcaster, Washington DC), “Asli, rahasia penyiar dibongkar abis!”. Rasanya dunia radio untuk seorang Irfan Ihsan sudah ngelotok dalam dirinya. Bagaimana tidak ngelotok, kiprahnya di dunia radio dimulai pada tahun 1993 di radio Prambors. Jam terbang yang sudah tidak diragukan lagi tentunya.

Bagi Anda yang suka dengerin radio, tidak ada salahnya untuk membaca novel Cinta Kamu, Aku sebagai teman Anda dalam mendengarkan radio.(Nura Zie)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar